pada tanggal
Kesehatan & Mental Health
- Dapatkan link
- X
- Aplikasi Lainnya
Oleh : Abd Rahman Ak
Cianjur
“Orang miskin bekerja demi uang. Orang kaya membuat uang bekerja untuk mereka." ( Robert T. Kiyosaki )
Dua Sosok, Dua Filosofi
Robert Kiyosaki tumbuh dengan dua figur ayah. Bukan karena dia punya dua orang tua kandung, tapi karena ayah kandungnya (Poor Dad) dan ayah dari sahabatnya (Rich Dad) punya pola pikir yang sangat berbeda tentang uang dan kesuksesan.
Poor Dad adalah sosok terpelajar: gelar sarjana, bekerja sebagai pegawai negeri, percaya bahwa pendidikan formal adalah kunci sukses.
Rich Dad tidak menyelesaikan kuliah, tapi jadi pengusaha sukses. Ia percaya bahwa kecerdasan finansial lebih penting daripada nilai rapor.
Setiap hari, Robert menerima dua saran berbeda:
"Belajarlah yang rajin, agar bisa dapat pekerjaan bagus."
"Belajarlah tentang uang, agar bisa menciptakan pekerjaan dan aset."
Dari kecil, Robert dihadapkan pada pertanyaan besar:
Apakah kita hidup hanya untuk bekerja dan membayar tagihan? Atau kita bisa hidup bebas secara finansial ?
Mindset yang Membentuk Masa Depan
Rich Dad mengajarkan prinsip dasar yang sangat berbeda dari kebanyakan orang:
“Jangan kejar gaji besar. Kejar pemahaman tentang uang.”
Orang miskin berpikir: "Aku butuh kerja tetap, gaji aman, dan pensiun."
Orang kaya berpikir: "Aku butuh aset yang menghasilkan uang bahkan saat aku tidur."
Mindset ini adalah kunci. Bukan seberapa besar penghasilanmu hari ini, tapi bagaimana cara kamu berpikir tentang uang.
Contoh sederhana:
Perbedaan mindset ini bisa kita lihat jelas di sekitar kita. Banyak orang terlihat sibuk bekerja keras, tapi tidak pernah punya waktu memikirkan cara kerja uang. Sebaliknya, mereka yang pelan-pelan membangun aset seperti bisnis kecil, investasi, atau skill digital, justru lebih cepat lepas dari jeratan utang.
Membangun Kesadaran Finansial Sejak Dini
Salah satu hal paling penting yang ditekankan Rich Dad adalah:
Kita harus belajar tentang uang sejak dini — karena sekolah tidak akan mengajarkannya.
Robert menyadari, di sekolah kita belajar matematika, sejarah, dan bahasa... tapi tidak diajarkan tentang pajak, investasi, utang baik vs utang buruk, atau cara membedakan aset dan liabilitas.
“Orang kaya mengajari anaknya cara membuat uang.
Orang miskin mengajari anaknya cara mengejar gaji.”
Pelajaran yang bisa kamu ambil hari ini:
Tanyakan ke diri sendiri: “Apa aku sedang mengumpulkan aset atau liabilitas?”
Coba lihat keuanganmu sekarang — apa yang kamu miliki membantu kamu menghasilkan lebih banyak uang, atau justru menyedot penghasilanmu?
Mulailah dari kecil: jualan online, nulis blog, bikin video, atau belajar investasi reksadana, bisnis kecil-kecilan, Yang penting, melatih mindset untuk membangun, bukan hanya menerima.
Kesimpulan Mini Scene 1
Di antara dua ayah, Robert memilih untuk belajar dari keduanya, tapi menanam dalam dirinya satu kesimpulan penting:
Kebebasan finansial bukan tentang bekerja lebih keras, tapi tentang berpikir lebih cerdas.
Inilah awal dari perjalanan Robert memahami bahwa menjadi kaya bukan karena keturunan, tapi karena keputusan. Dan keputusan itu selalu dimulai dari cara berpikir kita tentang uang.
Kamu mungkin sudah mulai berpikir, "Kalau bukan gaji yang bikin kaya, lalu apa?"
Nah, di sinilah banyak orang terjebak. Mereka merasa sudah bekerja keras, tapi masih miskin tiap akhir bulan. Padahal, jawabannya sering tersembunyi dalam satu istilah sederhana: Aset vs Liabilitas.
Baca juga : Cara Cerdas Menghasilkan Uang dari Internet di 2025: Peluang yang Siapa Saja Bisa Coba
Di Scene 2, kita akan bongkar habis:
👉 Stay tuned, beb. Karena kita akan masuk ke bagian paling krusial dari buku ini — bagian yang bisa bikin kamu berhenti miskin selamanya dan bangkit dari kertepurukan.
Komentar
Posting Komentar